Selasa, 20 Agustus 2013

JAHAT

Hati tercabik-cabik. Ingin rasanya aku menangis darah. Berteriak kesakitan seakan-akan aku sedang dalam ruangan hampa, dan hanya dengan kamu, hati ku tersiksa. 
Kenapa, aku harus dalam situasi seperti ini. Situasi yang sangat membuatku berpikir bahwa ini adalah situasi yang membuat semua impian dan tubuhku hancur. Apa karna aku wanita, sampai-sampai aku terlihat lemah seperti ini ? 
Entah, karena aku rasa aku sudah terpaku. Ingin keluar tetapi seakan-akan kamu mencegah ku untuk keluar dari ruang hampa yang penuh siksa ini. Ingin diam saja tetapi hati dan air mata ini terlalu lelah untuk selalu mengucapkan kata-kata yang tak berbahasa namun berarti itu. 
Dan sampai sekarang pun aku tak tau kenapa Tuhan merencanakan kita untuk bertemu bila akhirnya harus begini, harus aku yang menjadi peran korbannya. Skenario indah apa yang Tuhan buat ? Tak tau , mungkin bila tak mengenalmu aku hanya memandangmu biasa. 

Kamu oh kamu, yang sudah mencoba untuk menghentikan langkahku, aku tak berpikir bila harus begini jadinya. Kamu bukan seperti yang aku kenal, dulu bukankah kamu seperti malaikat yang selalu menjaga dan melindungi ku dan aku anggap kamu adalah titipan Tuhan, tetapi kenapa kamu sekarang ? Apakah kamu malaikat yang kerasukan setan ? Hey, siapa kamu? Menjauhlah, dan mendekatlah bila setan itu sudah pergi dari dirimu. Tapi kalau itu benar-benar kamu, kenapa kamu begitu jahat.

Jahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar